3 Orang Tewas Terseret Banjir
26 Oct 2010

* Media Indonesia
* Nasional

Hampir seluruh sungai di Kabupaten Kebumen meluap dan menimbulkan banjir bandang.

Liliek Dharmawan

BANJIR bandang dan longsor menerjang Kebumen, Banyumas, dan Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), pada Minggu (24/10) petang.

Selain mengakibatkan tiga orang tewas, banjir merusak ratusan rumah warga.

Bencana yang menelan korban jiwa terjadi di Kabupaten Kebumen. Tiga korban tewas adalah Partodiharjo, 80, dan istrinya, Suwarti, 75, warga Desa Sidomukti, Kecamatan Adimulyo. Mereka terhanyut saat terjadi luapan Sungai Kemit. Korban lain adalah Tia binti Fka, 10, penduduk Desa Jemur, Kecamatan Kebumen. Ia juga terhanyut terbawa arus banjir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (BPBD) Kebumen Muhyidin mengungkapkan, tiga korban tewas tersebut sudah dimakamkan di desa masing-masing.

“Banjir bandang di Kebumen terjadi akibat meluapnya seluruh sungai di Kebumen di antaranya adalah Sungai Kemit, Sungai” Ijo, dan lainnya. Sungai-sungai tersebut meluap setelah terjadi hujan deras pada Minggu siang hingga sore,” ujar Muhyidin.

Peristiwa terhanyutnya warga tersebut terjadi pada saat air mencapai ketinggian 1-1,5meter.

Banjir yang terjadi di Kebumen sempat merendam ratusan rumah penduduk di 12 kecamatan, di antaranya Adimulyo, Kebumen, Alian, Buayan, Gembong, dan lainnya. “Sampai sekarang data secara pasti masih diinventarisasi, karena belum seluruhnya masuk,” ujarnya.

Banjir bandang di daerah itu merupakan yang kedua kalinya, setelah Mei 2010.

Longsor

Bencana longsor juga melanda Kebumen. Longsor memutus jalan di Kecamatan Sempor, yang merupakan jalan penghubung antara Kebumen dan Banjarnegara. “Sampai sekarang masih dilakukan upaya untuk menyingkirkan longsoran di jalan tersebut,” jelasnya.

Dari Banyumas, dilaporkan, banjir bandang dan longsor yang terjadi sepanjang Minggu sore hingga malam mengakibatkan ratusan rumah terendam hingga 1,5 meter di sejumlah desa di Kecamatan Sumpiuh dan Tambak. Bencana itu terjadi akibat luapan Sungai Reja.

Sementara itu, di Desa Banjar-panepen, Kecamatan Sumpiuh, terdapat dua rumah yang tertimbun longsor.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Kemiskinan, dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Banyumas Nungky Hari Rahman mengungkapkan, banjir bandangtersebut terjadi setelah hujan deras yang mengguyur wilayah Banyumas. “Bencana banjir bandang terjadi mulai Minggu petang dan pada tengah malam sudah mulai surut. Selain menimbun rumah dengan longsoran, menghanyutkan dan merendam dengan luapan sungai, bencana tersebut juga membuat sejumlah jembatan putus. Selain itu, bibit padi di sawah musnah diterjang ban-jir,” jelas Nungky.

Di Banjarnegara, luapan Sungai Sapi menyebabkan 10 rumah di Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, terendam pada Minggu petang.

“Banjir bandang mulai reda setelah hujan berhenti. Kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp50 juta akibat rumah penduduk bernama Ruswanto nyaris ambruk karena peristiwa itu,” jelasnya.

Dari Cianjur, Jawa Barat (Jabar), akibat luapan Sungai Citangkolo, pasangan suami istri, Nanang, 45, dan Oo, 40, terseret banjir bandang hingga tewas, pada Minggu (24/10).

Jenazah warga Kampung Sikluk, Desa Karyamukti, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, itu ditemukan kemarin pagi. (BK/N-1)lilik@mediaindonesia.com