Warga Kebumen mulai hemat air


Kebumen, CyberNews. Makin rendahnya curah hujan membuat warga di yang tinggal di daerah pegunungan mulai khawatir. Pasalnya, sebagian mata air yang menjadi andalan mereka untuk mendapatkan air bersih debitnya mulai berkurang.

Bahkan sebagian warga yang tinggal di pinggir sungai membuat sumur belik. Namun mereka juga khawatir karena debit air di sungai makin berkurang. Tidak menutup kemungkinan, jika hujan tidak turun hingga Juli dan Agustus warga di daerah  pegunungan dipastikan mengalami krisis air.

Di sisi lain, warga yang mengandalkan air penampungan mulai cemas persediaan air bersih mereka mulai menipis. Apabila hingga Juli tidak ada hujan, air bersih akan habis sebelum Lebaran. “Kami berharap musim kemarau tahun ini tidak berkepanjangan,” Basiron (55) warga Dusun Cingkrang Wetan, Desa Pengempon, Kecamatan Sruweng, kepada Suara Merdeka, Jumat (17/6).

Basiron menambahkan, warga saat ini mulai menghemat air. Pasalnya selama ini warga dusun tersebut mengandalkan air hujan untuk kebutuhan air bersihnya. Caranya, air hujan ditampung di kolam. Setiap rumah rata-rata memiliki 2-3 kolam. “Setiap kolam berbeda kegunaannya. Ada kolam yang untuk masak, dan mandi dan cuci,” ujar Basiron.

Seperti diketahui, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen memetakan sebanyak 77 desa yang tersebar di 16 kecamatan rawan mengalami krisis air bersih. Kecamatan yang paling rawan krisis air ialah Kecamatan Ayah.

Di kecamatan itu terdapat 13 desa yang rawan krisis air bersih. Kemudian Kecamatan Sempor dengan 10 desa, Pejagoan (9 desa), Alian (8 desa), Sruweng (7 desa), Karangsambung (5 desa), Poncowarno (5 desa), Padureso (4 desa), Rowokele (4 desa), Kebumen (4 desa), dan Buayan (3 desa).

Adapun Karanggayam memiliki dua desa yang rawan krisis air bersih, Karangganyar (2 desa), Prembun, Adimulyo dan Kecamatan Kutowinangun masing-masing satu desa.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kebumen Drs Muhyidin mengatakan siap mengirimkan bantuan air bersih ke desa yang terkena dampak kekeringan. Tahun 2011 pihaknya mendapat alokasi anggaran dana sebesar Rp 154 juta untuk pengedropan air bersih. Jumlah anggaran itu setara dengan 1.316 tangki air bersih yang akan disalurkan kepada masyarakat.

( Supriyanto / CN26 / JBSM )

Tentang bpbdkebumen

pengurangan resiko bencana
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s