KEBUMEN – Warga sejumlah desa yang mengalami kekeringan antusias menyambut air bersih bantuan Pemkab Kebumen melalui Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD), Selasa (12/7). Pasalnya, bantuan itu sangat meringankan beban warga yang saat ini tengah dilanda krisis air bersih.
“Sami bungah. Sekarang kami sangat kesulitan mencari air bersih,” ujar Sandiharjo (65) Dusun Pesetran, Desa Pringtutul, Kecamatan Rowokele kepada Suara Merdeka di sela-sela menunggu jerigen miliknya terisi air bersih.

Selain Sandiharjo, banyak warga desa menunggu kedatangan mobil tangki di tepian jalan. Mereka membawa berbagai wadah air seperti ember, jerigen, maupun baskom. Tampak pula Camat Rowokele Suyitno SSos didampingi Kepala Desa Pringtutul Sugiyarti yang ikut mengucurkan air bantuan ke wadah milik warga.

Oleh warga, air bersih bantuan itu hanya akan dipergunakan untuk minum dan masak. Sedangkan untuk mandi, dan mencuci mereka menggunakan air sungai. Sejumlah warga mengaku air bersih bantuan ini hanya cukup untuk keperluan dua hari saja. Warga berharap bantuan ini bukan bantuan yang pertama dan terakhir.

Kepala Desa Pringtutul Sugiyarti mengatakan di desanya terdapat satu dusun yang saat ini dilanda krisis air yakni Dusun Pesetran. Di dusun yang terletak paling tinggi itu terdapat 200 keluarga yang mengalami kekurangan air bersih. Sedangkan menurut Camat Rowokele Suyitno SSos, dari 11 desa di wilayahnya terdapat empat desa yang rawan kekeringan yakni Pringtutul, Bumiagung, Rowokele dan Sukomulyo.

“Total terdapat 1.141 keluarga yang rawan mengalami kekurangan air bersih,” kata Suyitno.

Enam Tangki

Pada pengiriman perdana ini dikerahkan sebanyak enam mobil tangki. Pengiriman dilepas oleh Wakil Bupati Kebumen Djuwarni AMdPd di halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati. Hadir sejumlah pejabat di jajaran Pemkab Kebumen. Namun tidak dilakukan pemberian bantuan air secara simbolik oleh bupati atau wakil bupati kepada warga di lokasi kekeringan.

Kepala BPBD Kebumen Drs Djoko Waluyo MMPd mengatakan, untuk pertama kali bantuan air dikirim ke delapan desa di tiga kecamatan. Tiga desa di Kecamatan Buayan meliputi Desa Tugu, Banyumudal, dan Jagamulya. Kecamat­an Rowokele meliputi Desa Pringtutul dan Desa Bumiagung. Sedangkan Ke­camatan Ayah meliputi Desa Karang­duwur, Argopeni, dan Bulurejo.

“Pada tahap awal setiap desa hanya menerima tiga tangki,” ujarnya seraya memprediksi puncak kemarau jatuh pada pertengahan Agustus hingga September.

Wakil Bupati Djuwarni meminta masyarakat untuk berhemat air bersih. Pasalnya anggaran bantuan air dari APBD Kebumen cukup terbatas. Tahun ini alokasi anggarkan droping air Rp 154 juta atau setara dengan 1.316 tangki air. “Masyarakat saya minta berhemat dalam penggunaan air bersih,” ujarnya seraya menyebutkan pada musim kemarau ini 80 desa di 16 kecamatan mengalami rawan krisis air bersih. (J19-84)

sumber : suaramerdeka.com