Selasa, 12 Juli 2011 19:32:00
Pelepasan armada mobil tangki yang akan droping air bersih. (Foto: Sukmawan)

KEBUMEN (KRjogja.com) – Kegiatan droping air bersih untuk warga Kabupaten Kebumen yang mengalami kesulitan air bersih di musim kemarau, dimulai Selasa (12/7). Pengiriman bantuan air bersih untuk yang perdana, dilepas oleh Wakil Bupati Kebumen Djuwarni AMdPd dari depan pendopo rumah dinas bupati.

“Di Kabupaten Kebumen ada 80 desa yang butuh bantuan air bersih. Namun karena anggaran APBD sangat terbatas, untuk droping air bersih Pemkab Kebumen hanya mampu menganggarkan Rp 154 juta atau sebanyak 1.316 tangki,” kata Djuwarni ketika melepas 6 mobil tangki yang akan memberi bantuan air bersih kepada warga di 8 desa di Kecamatan Ayah, Buayan, dan Rowokele.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Djoko Waluyo, menambahkan, jumlah warga yang membutuhkan air bersih mencapai puluhan ribu jiwa. Karena anggarannya terbatas, setiap desa hanya didroping 3 hari sekali dengan 2 tangki.

Diakui, anggaran yang ada diperkirakan tidak bisa untuk mencukupi kebutuhan air bersih hingga akhir musim kemarau. Karena itu, selain akan meminta bantuan ke propinsi, BPBD juga membuat surat kepada pihak swasta untuk partisipasi.

“Beberapa pihak sudah menyatakan sanggup membantu droping air bersih,” ujar Djoko yang di hari pertama droping air bersih, melakukan droping untuk warga Desa Tugu, Banyumudal, dan Jagamulya di Kecamatan Buayan, Desa Karangduwur, Argopeni, dan Bulurejo di Kecamatan Ayah, dan serta Desa Pringtutul dan Desa Bumiagung di Kecamatan Rowokele. (Suk)